BREAKING NEWS

10/recent/ticker-posts

Right Button

testbanner

Muscab SEMMI Pessel 2026 Gaungkan Gerakan Nyata, Deki Mulya Akbar Ajak Kader Hadir dan Berkontribusi untuk Masyarakat

PESISIR SELATAN | Momentum Musyawarah Cabang (Muscab) SEMMI Cabang Pesisir Selatan yang digelar pada 29 April 2026 menjadi titik awal lahirnya kepemimpinan baru yang sarat harapan dan semangat perubahan. Dalam forum tersebut, Deki Mulya Akbar resmi dipercaya sebagai Ketua Umum SEMMI Pesisir Selatan periode 2026/2027, mengemban amanah besar yang tidak hanya dimaknai sebagai jabatan, melainkan bentuk pengabdian nyata kepada organisasi dan masyarakat.

Dalam pernyataannya, Deki menegaskan bahwa kepemimpinan yang ia emban bukan sekadar simbol kekuasaan, tetapi tanggung jawab moral yang harus dijalankan dengan penuh kesadaran. Ia menyebut bahwa kepercayaan yang diberikan kepadanya merupakan amanah kolektif yang harus dijawab dengan kerja nyata, konsistensi, serta komitmen kuat dalam memperjuangkan nilai-nilai organisasi.

Mengusung tema “Meneguhkan Militansi Kader SEMMI sebagai Agen Perubahan Pesisir Selatan”, Muscab kali ini menjadi refleksi penting bahwa organisasi tidak boleh hanya berhenti pada diskusi dan wacana. SEMMI dituntut untuk hadir langsung di tengah masyarakat, memahami berbagai persoalan yang ada, dan menjadi bagian dari solusi yang konkret dan berkelanjutan.

Deki Mulya Akbar menekankan bahwa militansi kader bukanlah sekadar semangat sesaat yang mudah padam, melainkan keteguhan dalam berpikir, keberanian dalam bersikap, serta konsistensi dalam bergerak. Ia menginginkan lahirnya kader-kader yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi dan integritas moral yang kokoh.

Dalam arah kepemimpinannya ke depan, terdapat sejumlah langkah strategis yang akan menjadi fokus utama. Di antaranya adalah penguatan militansi dan ideologi kader, dengan membangun karakter kader yang berintegritas serta berlandaskan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan sebagai pijakan gerakan organisasi.

Selain itu, SEMMI juga diarahkan untuk semakin optimal dalam menjalankan perannya sebagai agen perubahan. Para kader didorong untuk aktif dalam advokasi kebijakan publik, melakukan pengawasan sosial, serta tampil sebagai garda terdepan dalam menyuarakan kepentingan masyarakat Pesisir Selatan.

Upaya pengembangan kapasitas sumber daya manusia kader juga menjadi prioritas penting. Melalui berbagai pelatihan, diskusi, dan forum intelektual yang berkelanjutan, diharapkan lahir kader-kader yang memiliki wawasan luas, kemampuan kepemimpinan yang matang, serta keterampilan yang relevan dengan tantangan zaman.

Di sisi internal, penguatan konsolidasi organisasi menjadi langkah strategis lainnya. Deki menilai bahwa komunikasi yang solid antar kader serta struktur organisasi yang kuat hingga ke tingkat basis merupakan fondasi utama dalam membangun gerakan yang efektif dan berkelanjutan.

Tidak kalah penting, SEMMI Pesisir Selatan juga akan membuka ruang sinergi dengan berbagai stakeholder, mulai dari pemerintah daerah, organisasi kepemudaan, hingga elemen masyarakat lainnya. Kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong terwujudnya pembangunan daerah yang lebih inklusif dan berkeadilan.

Kepemimpinan baru ini juga dituntut untuk responsif terhadap berbagai isu lokal yang berkembang di Pesisir Selatan. Mulai dari persoalan kesejahteraan masyarakat, lingkungan hidup, pendidikan, hingga kebijakan publik yang berdampak langsung kepada masyarakat, semuanya akan menjadi fokus perhatian organisasi.

Deki Mulya Akbar menyampaikan keyakinannya bahwa perubahan tidak akan lahir dari satu individu semata, melainkan dari gerak bersama yang dibangun melalui diskusi jujur, aksi nyata, dan keberanian mengambil sikap di tengah berbagai tantangan.

Ia pun mengajak seluruh kader SEMMI untuk menjadikan organisasi ini sebagai rumah perjuangan, tempat bertumbuhnya gagasan, ditempanya karakter, serta lahirnya gerakan perubahan yang berdampak nyata bagi masyarakat luas.

Dengan semangat kebersamaan, ia optimistis SEMMI Pesisir Selatan mampu menjadi kekuatan moral dan intelektual yang tidak hanya kritis, tetapi juga solutif dalam menjawab berbagai persoalan daerah.

Muscab 2026 ini pun tidak hanya menjadi ajang pergantian kepemimpinan, tetapi juga awal dari perjalanan panjang untuk memperkuat peran organisasi dalam membangun Pesisir Selatan yang lebih baik.

“Ini bukan akhir dari sebuah proses, tetapi awal dari perjalanan panjang. Bersama kita kuat, bersama kita bergerak, dan bersama kita membawa perubahan,” tegas Deki Mulya Akbar menutup pernyataannya.

TIM

Posting Komentar

0 Komentar